Skip to main content

Dari Pahlawan Hingga Terdakwa, Kakek Subeki Lemas Menunggu Sidang

subekii
Subeki terbaring lemah di klinik Pengadilan didampingi Pengacaranya, Burhan Kamma Marausa (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Subeki, kakek 88 tahun yang merupakan terdakwa kasus dugaan pemalsuan surat kepemilikan tanahnya sendiri kini terbaring lemas dan lemah di klinik Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (9/5/2018).

Subeki hadir di pengadilan untuk menjalani sidang pembacaan eksepsi. Ia datang menggunakan kursi roda didampingi oleh pengacaranya, Burhan Kamma Marausa.

"Tadi kita datang jam 8 pagi karena jadwal sidangnya jam 9. Tapi jaksanya belum datang namun opa (Subeki) kondisinya sangat lemah jadi pihak pengadilan memfasilitasi kita klinik," ujarnya kepada KABAR.NEWS.

Diketahui Subeki didakwa kasus pemalsuan surat pernyataan kepemilikan tanahnya seluas 160 meter persegi di Jalan Veteran Utara nomor 318/386, Kelurahan Maradekaya di Kecamatan Makassar. 

"Ini adalah sidang ke lima, meski sudah rentan tapi opa selaku warga negara yang taat hukum masih kooperatif datang menghadiri sidang," tuturnya

Selain Subeki saksi dalam surat pernyataan tersebut yakni Rudi Dewantoro (Kepala RT), dan Abdul Kadir Jaelani (Kepala RW) juga menjadi terdakwa. "Ini sangat tidak logis, opa tinggal disana sejak tahun 1940, bukti surat kepemilikannya juga lengkap," sambung Burhan

Belakangan diketahui, kakek Subeki adalah seorang purnawirawan TNI dengan segudang penghargaan. Bahkan ia juga mendapat penghargaan pahlawan oleh Indonesia yang ditandatangani langsung oleh Presiden RI pertama, Ir Soekarno. 

"Dengan alasan kemanusiaan, kami tidak melakukan penahanan langsung oleh terdakwa, ia hanya tahanan kota," ujar Humas PN, Bambang Nurcahyo yang juga Hakim dalam sidang tersebut. 

  • Andi Frandi