Skip to main content

Kasus Gula Rafinasi Jalan Ditempat, ACC Sebut Polda Sulsel "Lembek" Hadapi Pengusaha

Rafinasi
Gula rafinasi yang diamankan Polda Sulsel.(DOK)


KABAR.NEWS, Makassar - Penanganan kasus peredaran gula rafinasi milik pengusaha Ridwan Tandiawan yang kini ditangani oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) kini jalan ditempat dan tak kunjung kembali terdengar kabarnya.


Kasus yang telah bergulir selama satu tahun dan tak kunjung ada perkembangan pasca kalah dalam praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar ini sehingga aparat kepolisian dalam hal ini Ditreskrimsus Polda Sulsel dinilai tidak profesional.


Baca Juga: 


Bahkan, Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi juga menilai dalam mengusut kasus saudara dari pemilik perusahaan otomotif terbesar di Indonesia Timur, Sinar Galesong ini, Polda Sulsel terkesan lembek melawan pengusaha.


"Kasus tersebut sudah 1 tahun dan hingga hari ini tidak ada perkembangannya, disinilah dilihat bagaimana profesionalisme polisi dalam menuntaskan suatu kasus. Tapi, ketika berhadapan dengan pengusaha atau pemodal, polisi terkesan "lembek"," ucap penggiat ACC Sulawesi, Angga Reksa, Sabtu (30/6/2018).


Menurutnya, gula rafinasi yang beredar di pasaran yang sebelumnya tidak memiliki izin dari BPOM ini sangatlah berbahaya bagi masyarakat. Sehingga, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel harus serius menuntaskan kasus tersebut.


"Penyidik juga harus serius karena gula rafinasi itu tidak layak untuk konsumsi rumah tangga, sehingga dengan beredarnya gula tersebut maka telah merugikan masyarakat," terangnya.


Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan Wibisono mengatakan kasus ini masih bergulir di Mapolda. Pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dan melengkapi sprindik untuk dilakukan penyidikan baru.


"Gula rafinasi kan waktu sidang praperadilan kita kalah, dan itu wajib dihentikan atau di SP3. Sampai sekarang kita masih terus berkoordinasi dan melengkapi sprindik untuk dilakukan penyidikan baru," katanya.


Perwira polisi tiga bunga ini juga . menegaskan bahwa peredaran gula rafinasi di masyarakat pasti mempunyai pelanggaran. Hal tersebut karena adanya beberapa laporan dari wilayah terkait peredaran gula ini.


"Kita sidik dan pelanggarannya pasti ada karena ada beberapa laporan dari wilayah dan gula-gula campuran masih kita lidik lagi asalnya dari mana," tambahnya.


Saat dikonfirmasi terkait pemanggilan Ridwan Tandiawan ini, Yudiawan mengaku sampai saat ini belum melakukan pemanggilan karena yang bersangkutan telah melengkapi ijin-ijin nya.


Meski demikian sebelumnya juga, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengaku bahwa kasus gula Rafinasi tinggal satu klik lagi yaitu tinggal memanggil saksi Ridwan Tandiawan dan selanjutnya akan dilakukan kembali gelar perkara.


"Dalam waktu dekat akan dipanggil karena yang bersangkutan masih sakit. Kita hubungi lawyernya dia katakan Ridwan Tandiawan masih sakit dan kalau sehat kita akan periksa di Polda, baru selanjutnya gelar perkara untuk tentukan siapa tersangka," jelas Yudiawan awal tahun 2018, Jumat (5/1/2018) lalu.

  • Lodi Aprianto