Skip to main content

Momen Ramadan dan Idulfitri, Defisit Neraca Perdagangan Sulsel Semakin Melebar

bps sulsel
Kepala BPS Sulsel Nursam Salam saat memaparkan kondisi neraca perdagangan Sulsel pada Mei 2018 di kantor BPS Sulsel Jalan H Bau Makassar, Senin (25/6/2018). (KABAR.NEWS/Ihwan Fajar)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Prediksi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tentang defisit neraca perdagangan Indonesia akan semakin melebar di momen Ramadan dan Idulfitri 1439 H benar adanya. Untuk di Sulsel, neraca perdagangan pada bulan Mei tercatat defisit yang cukup besar


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Nursan Salam menjelaskan, neraca perdagangan Sulsel pada Mei mengalami defisit sebesar USD 34,29 juta. Angka ini mengalami peningkatan cukup drastis jika dibandingkan pada periode April 2018 yang dimana defisit sebesar USD 15,82 juta.


Nursam mengakui defisit neraca perdagangan tahun ini di Sulsel lebih besar jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Ia mengungkapkan dalam dua tahun terakhir Sulsel lebih sering mengalami defisit perdagangan.


"Banyak faktornya, mulai dari runtuhnya ekonomi Yunani sampai perekonomian Amerika Serikat (AS) yang belum membaik secara global," paparnya saat memaparkan rilis perdagangan di kantor BPS Sulsel Jalan H Bau Makassar, Senin (25/6/2018).


Ia memaparkan defisit perdagangan di Sulsel terjadi karena meningkatnya impor Sulsel hingga 31,65 persen. Meski demikian, ekspor Sulsel juga mengalami peningkatan 20,39 persen. "Hanya saja, total nilai impor Sulsel lebih besar jika dibandingkan dengan ekspor," tegasnya.


Berdasarkan data, nilai ekspor Sulsel pada Mei 2018 tercatat sebesar USD 105,47 juta. Sementara nilai impor Sulsel tercatat sebesar USD 139,65 juta.

 

  • Ihwan Fajar