Skip to main content

PLN Layani Kapal Pendingin Terapung Pertama di Sulawesi

PLN Layani Kapal Pendingin Terapung Pertama di Sulawesi
PT PLN (Persero) Area Makassar Utara

KABAR.NEWS, Makassar – PT PLN (Persero) Area Makassar Utara baru saja menyelesaikan sebuah tantangan baru untuk menyuplai listrik ke sebuah kapal sandar yang difungsikan sebagai Floating Cold Storage (Kapal Pendingin Terapung) milik PT. Perikanan Nusantara (persero).

Floating Cold Storage adalah kapal pendingin yang digunakan untuk mendinginkan hasil tangkapan ikan yang dikumpulkan oleh nelayan.  

Hal ini sebagai bentuk dukungan serta komitmen PLN dalam mensupport invenstasi bisnis perikanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Untia dan merupakan bentuk nyata Sinergi BUMN antara PLN dan PT. Perikanan Nusantara Cabang Makassar (PERINUS).

Penyalaan Supplai Listrik PLN ke Cold Storage terapung dengan daya 240 KVA yang juga pertama kali dilakukan di Indonesia ini juga dihadiri  Branch Manager PT. Perikanan Nusantara Cabang Makassar (PERINUS) Ferdinand Wenno, Penanggung Jawab Pengelola Pelabuhan Perikanan Untia (PPN UNTIA) Andi Mannojengi dan Manajer PT PLN (Persero) Area Makassar Utara Hariyadi.

“Cold Storage terapung ini sudah bersandar di Pelabuhan Perikanan Untia sejak 1 tahun lalu, namun belum dapat beroperasi maksimal diakibatkan masih menggunakan Genset yang menggunakan bahan bakar solar, sehingga biaya operasional dan pemeliharaan sangat mahal mencapai 200 Juta Rupiah per Bulan” sebut Branch Manager PT. Perikanan Nusantara Cabang Makassar, Ferdinand Wenno.

Sambung Ferdinand, bahwa perhitungan 250 jam nyala dengan daya 240 kVA apabila menggunakan Listrik dari PLN ini, PERINUS mampu menghemat sebesar 138 juta Rupiah per bulannya sehingga secara tidak langsung dapat mendukung mitra nelayan, serta meningkatan industri perikanan di Sulawesi Selatan khususnya di Pelabuhan Perikanan Untia.

Terpisah, Manajer PT PLN (Persero) Area Makassar Utara, Hariyadi mengatakan dengan alat ini diharapkan peralatan dan jaringan listrik PLN tetap aman dan andal walaupun dengan konstruksi khusus outdoor. 

“Tantangan dalam melayani supplai kelistrikan untuk Cold Storage apung ini yaitu lokasi kapal yang bersandar di dermaga sehingga tidak ada lahan yg memungkinkan untuk membangun gardu batu dan kubikel pelanggan Tegangan Menengah, sehingga kami layani dengan menggunakan alat Automatic Sectionalizing Switch,” ungkap Hariyadi.

Sementara,Penanggung Jawab Pengelola Pelabuhan Perikanan Untia (PPN UNTIA) Andi Mannojengi mengatakan PPN Untia yang berada di wilayah kerja PLN Area Makassar Utara – Rayon Daya ini merupakan pelabuhan perikanan yang baru dibangun serta diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo pada tanggal 26 November 2016,

“Pelabuhan kami adalah pelabuhan baru, dan sudah banyak Investor yang akan masuk dan tentunya PLN diharapkan akan menjadi penunjang di kegiatan kami“ imbuh Andi,  

Dengan disupplainya Cold Storage terapung milik PERINUS oleh listrik PLN, kedepannya akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam industri karena jauh lebih hemat saat menggunakan listrik. Selain itu ke depannya PLN berharap listrik dapat meningkatkan sektor ekonomi khususnya  Industri Perikanan di Provinsi Sulawesi Selatan.

  • Lodi Aprianto