Skip to main content

Sekarang, Publik Bisa Adukan Ujaran Kebencian Lewat Website kabarkan.org

Adukan Ujaran Kebencian Lewat  Website kabarkan.org
Peluncuran platform kabarkan.org  oleh Alissa Wahid (Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia), Brigjen Pol. A. Rachmad Wibowo, S.IK (Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri), AKP Grawas Sugiharto, S. Kom (Kasubnit II Subdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri), Beka Ulung Hapsara (Komnas HAM), dan Ali Sobirin (Ombudsman RI). (Ist)

KABAR.NEWS, Jakarta  - Diskriminasi dan ujaran kebencian belakangan ini marak terjadi di tengah-tengah kita. Melalui media sosial, ujaran kebencian, provokasi, dan narasi ekstremisme sangat mudah ditemui. Begitu juga dengan diskriminasi, terutama di lembaga pendidikan, sampai saat ini masih terjadi.

Seperti penutupan sekolah atas dasar isu SARA, pemaksaan identitas dan simbol tertentu, dan sulitnya perizinan mendirikan sekolah karena ideologi masih menjadi perbincangan di tengah negara yang menjunjungi tinggi asas demokrasi. 

Untuk menekan perilaku tersebut, Jaringan GUSDURian membuat dan mengembangkan platform pengaduan diskriminasi dan ujaran kebencian (hate speech) melalui website: www.kabarkan.org. 

Acara peluncuran ini dilaksanakan pada Senin, 14 Mei 2018 di Griya Gusdur, Jalan Taman Amir Hamzah No.8, Pegangsaan, Jakarta pukul 13.00-selesai.

Peluncuran platform kabarkan.org  dihadiri oleh Alissa Wahid (Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia), Brigjen Pol. A. Rachmad Wibowo, S.IK (Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri), AKP Grawas Sugiharto, S. Kom (Kasubnit II Subdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri), Beka Ulung Hapsara (Komnas HAM), dan Ali Sobirin (Ombudsman RI). 


BACA JUGA:

Dengan diluncurkannya platform ini, harapannya masyarakat ikut aktif mengabarkan setiap peristiwa ujaran kebencian (hate speech) dan diskriminasi melalui platform kabarkan.org.

"Masyarakat sipil diminta untuk berperan dalam menekan perilaku diskriminasi dan ujaran kebencian. Baik di media online maupun di ruang-ruang publik yang lain, terutama di lembaga pendidikan. Dengan adanya laporan dan narasi yang masuk, kita akan bisa memantau titik-titik mana yang rawan terjadi perilaku diskriminasi dan hate speech, sehingga kita bisa melakukan advokasi kepada publik terhadap bahaya praktik diskriminasi dan perilaku intoleran,"  kata  Alissa Wahid, Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia

Selain itu, kami juga menjalin kerjasama kepada lembaga yang berwenang untuk bisa mengatasi laporan dan pengaduan yang telah dilakukan oleh masyarakat guna menekan angka diskriminasi dan perilaku ujaran kebencian di tengah-tengah kita.

Laporan serta info mengenai kabarkan.org  dapat melalui contact Person: 0812 1087 4000 (chumer)