Skip to main content

Toilet Pun Dibisniskan Bang Hasan

Bang Hasan
Owner PT Tosan Permai Lestari, Hasan Basri alias Bang Hasan. (IST)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Prospek bisnis Hasan Basri alias Bang Hasan, di kawasan Kilometer Nol Makassar tumbuh subur. Ada Makassar Trade Centre (MTC), Karebosi Link (Karlink) dan Karebosi Condotel. Usaha dibawah naungan PT Tosan Permai Lestari ini berjalan mulus, termasuk bisnis toiletnya.

 

Pantauan KABAR.NEWS, Jumat (16/2/2018) di toilet MTC dan Karlink, semua tampak bersih. Aliran air lancar. Sementara, seorang karyawan pria terlihat sibuk mengepel lantai toilet. Kendati bau pesing tidak menyengat, tapi aroma obat pengharum ruangan cukup pekat.

 

Di pintu masuk toilet Karlink, pengunjung yang hendak 'pipis' dipungut bayaran sebesar Rp1.500 per orang untuk sekali masuk. "Berapa orang?, satu? Rp1.500, ih, ada uang kecil ta (pecahan seribuan)," pinta salah satu karyawan perempuan yang bertugas menjaga karcis masuk toilet Karlink, saat disodorkan duit pecahan Rp100.000 dari KABAR.NEWS.

 

karlink
Salah satu karyawan yang bertugas menjual karcis di depan pintu masuk toilet di Karebosi Link, Jumat (16/2/2018).. (KABAR.NEWS/Andi Frandy)

 

Diantara mal yang tidak memberlakukan pembayaran toilet, hanya MTC dan Karlink yang masih berlaku. Bahkan, dikatakan si karyawan tersebut, aturan ini sudah berjalan lama. "Sudah lama mi (toilet berbayar)," ujar dia yang enggan menyebut namanya tersebut.

 

Di salah satu grub WhatsApp, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulsel, Muhammad Ramli Rahim mengeluhkan toilet berbayar Karlink. Dia menulis; "Fasum apa sebenarnya ini yang disediakan Karebosi Link. Biar kencing juga masih dibayar. Apa guna-gunanya anggota dewan bersama walikota dan jajarannya, takutki sama bang Hasan kah?," tulis Ramli.

 

Padahal, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto sudah melarang, sewaktu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di toilet Mal Panakkukang (MP), Jalan Boulevard, Kota Makassar pada Senin (13/6/2016). Langkah tersebut sebagai respon dari keluhan masyarakat terkait toilet berbayar.

"Mulai hari ini, toilet di MP gratis yah. Jangan karena toiletnya berbayar, semua izinnya, termasuk Hotel Myko tidak keluar," kata Danny kepada pihak pengelola dan pengunjung MP kala itu.

Manager Kemitraan PT Asindo dan MP, Wahyuddin, turut menegaskan, mulai hari ini (Senin 13/6/2016-red), toilet di MP sudah gratis. "Mulai hari ini, tidak ada lagi toilet berbayar. Jadi gratismi. Kami akan ikut apa petunjuk pak wali kota dan pemerintah," ungkapnya.

 

Langkah tegas Danny terhadap MP, seakan ditaati sejumlah pusat perbelanjaan lainnya. Pantauan terakhir KABAR.NEWS, Jumat (16/2/2018) malam di toilet Mal Panakkukang, Makassar, Makassar Town Square (M'TOS), Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar. Kemudian Mal Ratu Indah (MaRI), Jalan Dr. Sam Ratulangi Makassar. Lalu, Mal GTC hingga Trans Studio Mal (TSM) Makassar di Jalan Metro, kawasan Tanjung Bunga, semua gratis.

 

Sebelumnya, Ketua LSM DPP Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Gempar), Akbar HN memberi tantangan kepada Anggota DPRD Kota Makassar. "Kalau Pak Wali tidak bisa atasi, mana anggota dewan yang mewakili suara rakyat," tegas Akbar, Selasa (6/12/2016) kala itu.

 

Tantangan LSM DPP Gempar kepada dewan untuk menindaki bisnis toilet Bang Hasan direspon Anggota DPRD dari Fraksi PKS, Yeni Rahman. "Kita akan pelajari lebih dalam, terus kita akan meninjau langsung ke sana," ujar dia. Namun, belakangan diketahui, 'tak satupun anggota dewan yang turun memantau MTC dan Karlink sampai hari ini'.

 

Menurut Yeni, MTC seharusnya tidak melakukan pemungutan biaya kepada pengunjung. Karena toilet yang berada di mal tersebut, merupakan fasilitas umum yang digratiskan untuk masyarakat Kota Makassar. "Sudah seharunya semua mal taat aturan. Dia (MTC-Karlink-red) tidak boleh gitu dong," tandasnya.

 

Kecaman juga datang dari Anggota DPRD Makassar, Fasruddin Rusli. Menurutnya, pihak MTC tidak berhak meminta bayaran kepada pengguna toilet. Karena itu adalah fasum bagi pengunjung. "Ini pelanggaran berat. Pemerintah kota atau bagian aset agar segera mengambil alih itu. Tegas dong. Jangan berdiam diri begitu," pintanya.

 

Senada dengan sejawatnya, Anggota DPRD Makassar, Rudianto Lallo menilai, Pemkot Makassar seakan tidak tegas menegakan aturan bebas biaya untuk fasum. "Dari awal yang namanya fasilias umum, termasuk toilet, bebas biaya atau gratis," tegas dia, Minggu (4/12/2016).

 

Ia menganggap, izin usaha yang dikeluarkan pemerintah sudah sangat menguntungkan. Sehingga, pengusaha tidak dibolehkan lagi mengambil keuntungan melalui toilet. Karena itu termasuk fasum. "Jika masih ada seperti itu, pemerintah harus tegas bertindak. Ini melanggar," tegas legislator Fraksi NasDem itu.

 

Sementara, Wakil Ketua DPRD Makassar, Ady Rasyid Ali mengaku sudah menyampaikan persoalan itu ke Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. "Danny sudah berjanji akan menyelesaikan masalah ini," kata ARA, sapaan akrab Adi Rasyid Ali, Minggu (18/12/2016).

 

ARA menduga, pemilik MTC tersebut merasa kuat lantaraan ada yang memback-up. Jadi seenaknya saja menggunakan fasum sebagai lahan bisnis. "Kalau toilet saja kita bisnisi, mau jadi apa Kota Makassar ke depan?. Itu (toilet) fasilitas umum. Memang itu punyanya dia?," tanya ARA keheranan.

 

Ara juga menekankan Pemkot Makassar untuk tidak pilih kasih. Menurut dia, MTC seharusnya menyetop pembayaran. "Masak urusan pipis saja MTC melawan, bagaimana dengan urusan lain," kata dia.

 

Menurut ARA, jika Pemkot tidak bisa mendatangi semua mal di Makassar, maka cukup menyurati agar tidak melakukan pungutan. "Surati saja manajemen MTC dan semua mal, supaya jangan lagi melakukan pungutan. Karena itu adalah fasum bagi pengunjung," pungkasnya.

 

Namun, Pengelolah MTC, Binsar J Samosir mengaku, pihaknya belum menerima surat larangan terkait pungutan biaya toilet. "Kita berharap juga dari pemerintah kota untuk beri surat resmi, tapi belum ada juga sampai sekarang," aku Binsar pada Minggu (18/12/2016) lalu.

Video: salah satu karyawan yang bertugas menjual karcis di depan pintu masuk toilet di Karebosi Link, Jumat (16/2/2018). (KABAR.NEWS/Andi Frandy)

 

Sementara, Wali Kota Danny Pomanto pernah berjanji segera menemui Owner MTC, Bang Hasan dalam waktu dekat. Alasannya, ia tak mau Pemkot dinilai tebang pilih soal pelayanan publik, termasuk toilet berbayar. "Soal MTC yang masih berlakukan toilet berbayar, saya akan temui langsung bosnya Bang Hasan," ujar Danny Pomanto, Kamis (16/6/2016).

 

Danny menegaskan, tidak boleh ada perusahaan yang mengorbankan pelayanan publik, demi mendapatkan keuntungan. "Kita akan dorong buat perwali soal toilet gratis ke depan. Aturan itu tidak boleh pandang bulu. Sehingga, semua harus ikut," tukas Danny.

Video: inspeksi mendadak (sidak) oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto di toilet Mal Panakkukang, Jalan Boulevard Makassar, Senin (13/6/2016) lalu. (IST)

 

Mantan Sekretaris Kota Makassar, Ibrahim Saleh kepada KABAR.NEWS, Jumat (16/2/2018) mengaku, toilet di mal, termasuk MTC dan Karlink, adalah fasum yang diatur dalam Perwali (Peraturan wali kota). Namun dia lupa di poin berapa. "Di Perwali ada. Karena itu (toilet) fasum semua. Tapi saya lupa di poin berapa," akunya.

 

Menanggapi hal itu, pengelola MTC dan Karlink, Binsar J Samosir, Sabtu (17/2/2018) lagi-lagi menegaskan, masalah ini sudah lama. Bahkan, ia mengaku pernah menyampaikan hal ini ke dewan. Menurut Binsar, pihaknya tetap mengikuti aturan jika Pemkot Makassar menyurat.

"Buktinya sampai sekarang kan belum ada surat ke kami," tegas Binsar, sembari membuat perbandingan antara parkiran dan toilet yang dianggap sama-sama fasilias umum. "Apa bedanya, sama-sama fasum kan?".

Menanyakan apakah Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto pernah bertemu dengan Bang Hasan, sesuai janjinya yang terlontar sejak Kamis (16/6/2016) lalu, Binsar seakan tak mau mencampuri urusan itu. "Itu urusan kalian (wartawan) dengan Pak Danny lah," tandasnya.

 

Ketua Komisi C dari Fraksi Golkar, Rahman Pina menegaskan, terkait toilet berbayar MTC dan Karlink pihaknya sudah merekomendasikan Pemkot Makassar untuk dihentikan. "Tapi entah kenapa, Pak Wali (Danny Pomanto) waktu itu tidak berani hentikan. Sementara toilet berbayar di Mal Panakkukang sudah dihentikan," ujar Rahman Pina, Jumat (16/2/2018) via WhatsApp.

 

Diakui Rahman Pina, saat ini, satu-satunya mal yang memberlakukan toilet berbayar hanya Karebosi Link dan MTC. Selebihnya tidak ada lagi. Bahkan, bukan hanya toilet, tetapi fasilitas umum di atas Lapangan Karebosi pun sudah dibangun sejumlah bangunan.

 

"Padahal dalam kesepakatan dengan Pemkot Makassar, semua permukaan Karebosi tidak boleh ada bangunan komersil, semua harus jadi fasilitas umum," tegas dia.

 

"DPRD sudah sangat tegas. Sudah merekomendasikan. Coba tanya di pemkot, kenapa tidak dihentikan. Karena DPRD bukan eksekutor," tambahnya.

 

Sementara, Plt Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, kepada KABAR.NEWS mengaku, akan mempelajari terlebih dahulu perihal toilet berbayar MTC dan Karlink tersebut. "Nanti kita pelajari dulu," singkat Deng Ical, Jumat (16/2/2018).

 

"Layanan publik dibisniskan, urusan warga jadi dagangan. Orang miskin jadi korban, lantaran dianggap hanya diam," ungkapan bijak presenter cantik Najwa Syihab seakan relevan dengan fasilitas umum di Karlink dan MTC. Angan-angan 'pipis gratis' tak berlaku di sini.

 

Lantas sampai kapan ini berakhir?, apakah pemkot bernyali. Dan kalaupun surat tersebut dilayangkan, pengelolah MTC dan Karlink patuh?, hanya Bang Hasan dan langkah tegas Danny yang bisa menjawab.

 

  • Andi Frandy