Skip to main content

Usai Gelar Debat Terakhir, Ini Harapan KPU Parepare

Pilwalkot
Debat publik Pilwalkot Parepare.(KABAR.NEWS)


KABAR.NEWS, Parepare - Debat yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare di Hotel Novotel Makassar merupakan debat terakhir yang dilakukan sebelum tanggal 27 Juni mendatang.


Ketua KPU Kota Parepare, Nur Nahdiyah mengungkapkan, debat yang dilaksanakan oleh pihaknya tersebut merupakan debat pamungkas bagi kedua kandidat calon wali kota dan wakil wali kota Parepare yang bertarung di Pemilihan Wali Kota (pilwalkot) Parepare tahun 2018 ini.


Baca Juga: 


"Kami sudah melaksanakan debat publik pamungkas atau putaran terakhir untuk kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare tahun 2018," ungkap Nahdiyah.


Nahdiyah berharap, dengan dilaksanakan debat terakhir atau debat pamungkas untuk kedua peserta pilwalkot Parepare dapat menjadi acuan bagi masyarakat kota Parepare dalam menentukan pilihannya dalam bilik suara di tanggal 27 Juni mendatang.


"Harapan kami adalah debat putaran terakhir menjadi penilaian bagi masyarakat atau menjadi acuan bagi masyarakat untuk memilih calon pemimpinnya pada tanggal 27 Juni mendatang," ujarnya.


Diberitakan sebelumnya, saat debat kandidat, sempat terjadi insiden kericuhan antara tim pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Faisal Andi Sapada-Asriadi Samad (FAS-AS) dengan tim pendukung Paslon nomor urut 1, Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP-PR) sehingga debat pada segmen kelima berhenti sejenak.


Saat insiden tersebut, sempat pemandu acara debat melontarkan kata-kata bahwa selama dirinya membawakan acara debat baru kali ini dirinya mendapat debat yang ricuh. 


Tidak hanya itu, ia pun mengatakan bahwa zona merah pilkada yang dapat menggangu jalannya debat ternyata aman-aman saja akan tetapi, zona aman pilkada seperti kota Parepare ternyata seperti ini kejadiannya.

  • Wahyu Ady Saputra